LAPORAN PRAKTIKUM
PEMROGRAMAN I
SELEKSI KONDISI
Nama : Amelia
Nim : 105090600111021
Prodi : Ilmu Komputer
Asisten :
1. Agung Putra W.
2. Adityananda S.
LABORATORIUM ILMU KOMPUTER
JURUSAN MATEMATIKA
FMIPA
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2010
BAB I
PENDAHULUAN
Untuk menghasilkan suatu program, sangat penting untuk mengatur agar program dapat berjalan dengan aliran atau susunan yang baik, sehingga dapat memecahkan masalah atau menciptakan solusi dari suatu permasalahan. Ada dua macam kontrol alur (control flow) yang digunakan dalam pemrograman Java, yaitu seleksi kondisi (conditional) dan pengulangan (looping).
Seleksi kondisi adalah proses penentuan langkah berikutnya berdasarkan proses yang terjadi sebelumnya. Seleksi kondisi ini sangat penting dalam pemrograman, sebab dengan adanya seleksi kondisi, program dapat menentukan proses apa yang harus dilakukan selanjutnya berdasarkan keadaan sebelumnya.
Dalam seleksi kondisi, program mengarahkan kendali program menuju satu kondisi benar yang telah ditentukan. Pemeriksaan terhadap kondisi juga dilakukan per tahap sampai ditemukan kondisi benar yang sesuai.
BAB II
SOURCE CODE
import java.util.Scanner;
public class Tugas2
{
public static void main(String[] args)
{
Scanner input = new Scanner(System.in);
double jari2_lingkaran;
double diameter;
double sisi_persegi;
double hasil;
double luas_lingkaran;
double luas_persegi;
System.out.println("Masukkan panjang jari-jari lingkaran");
jari2_lingkaran = input.nextDouble();
diameter = 2*jari2_lingkaran;
System.out.println("Masukkan panjang sisi persegi");
sisi_persegi = input.nextDouble();
hasil = diameter-(diameter*0.3);
if(sisi_persegi
System.out.println("Persegi bisa diletakkan di dalam lingkaran");
} else {
System.out.println("Persegi tidak dapat diletakkan di dalam lingkaran");
}
luas_lingkaran = Math.PI*jari2_lingkaran*jari2_lingkaran;
luas_persegi = sisi_persegi*sisi_persegi;
System.out.println("Luas lingkaran = " +luas_lingkaran);
System.out.println("Luas persegi = " +luas_persegi);
}
}
BAB III
SCREEN SHOT (OUTPUT)
Tampilan program jika kondisi terpenuhi
Tampilan program jika kondisi tidak terpenuhi
BAB IV
ANALISIS
Untuk menampilkan program menghitung luas persegi dan lingkaran, serta menentukan apakah persegi tersebut dapat ditempatkan di dalam lingkaran atau tidak seperti pada gambar, yang pertama di inputkan adalah jari-jari lingkaran dan panjang sisi persegi. Kemudian diameter dihitung dengan cara mengalikan jari-jari lingkaran dengan 2. Jika dihitung secara manual, persegi dapat ditempatkan di dalam lingkaran apabila panjang sisinya 30% lebih kecil daripada diameter lingkaran. Jika panjang persegi memenuhi persyaratan (kondisi) untuk dapat ditempatkan di dalam lingkaran (panjang sisi persegi ≤ diameter lingkaran-(diameter x 30%)), maka output dari program adalah “Persegi bisa diletakkan di dalam lingkaran” beserta luas dari lingkaran dan perseginya. Sedangkan jika panjang sisi persegi yang diinputkan tidak memenuhi untuk dapat diletakkan di dalam lingkaran, maka output dari program adalah “Persegi tidak dapat diletakkan di dalam lingkaran” beserta luas lingkaran dan perseginya.
Gambar persegi yang dapat diletakkan di dalam lingkaran.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar